Setelah pembelajaran, siswa mampu:
- Menjelaskan konsep dekomposisi dengan bahasa sendiri.
- Mengidentifikasi bagian-bagian kecil dari sebuah masalah sehari-hari.
- Menyusun solusi sederhana secara bertahap.
Apa itu dekomposisi?
Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar menjadi beberapa masalah kecil. Setiap bagian dapat dipahami, dikerjakan, dan diuji secara terpisah.
Cara berpikir ini tidak hanya digunakan dalam pemrograman. Kita memakainya saat merencanakan acara kelas, memasak, membersihkan rumah, atau mengerjakan project kelompok.
Contoh di lingkungan sekolah
Masalah besar: kelas akan mengadakan kegiatan class meeting.
- Menentukan jenis lomba.
- Mendata peserta setiap kelas.
- Menyusun jadwal pertandingan.
- Menyiapkan alat dan tempat.
- Menentukan panitia dan pembagian tugas.
Mengapa penting?
Masalah yang besar sering terasa sulit karena terlalu banyak hal harus dipikirkan sekaligus. Dengan dekomposisi, fokus kita menjadi lebih jelas dan pembagian kerja dalam kelompok menjadi lebih adil.
Project mini: Rancang kegiatan kelas
Siswa bekerja dalam kelompok untuk memecah satu kegiatan kelas menjadi bagian-bagian yang dapat dikerjakan.
- 1Pilih satu kegiatan, misalnya piknik kelas atau pentas seni.
- 2Tuliskan masalah utama yang perlu diselesaikan.
- 3Pecah masalah menjadi minimal enam bagian.
- 4Tentukan siapa yang bertanggung jawab pada setiap bagian.
- 5Presentasikan hasil dekomposisi selama tiga menit.
Pertanyaan untuk dipikirkan
Bagian mana yang paling sulit dipecah?
Apakah semua bagian sudah cukup kecil untuk dikerjakan?
Bagaimana dekomposisi membantu kelompokmu?